Thibaut Courtois Kiper Tangguh yang akan main di Euro 2016

Thibaut Courtois Kiper Tangguh yang akan main di Euro 2016

Ada kabar berita untuk para pengemar Chelsea dan Belgia, karena Thibaut Nicolas Marc Courtois atau yang akrab dipanggil Thiabut Courtois ini seperti akan lepas dari absennya di EURO 2016 karena operasi lututnya sudah selesai. Terlihat di situs resmi Chelsea yang mengatakan bahwa Courtois telah absen sampai Desember 2015 lalu dikarenakan kebutuhannya untuk mengadakan oprasi di lututnya “Thibaut Courtois telah dioperasi pada sudut belakang dan bahgian tengah meniscus internal pada lutut kanannya,” Courtois menderita cedera lutut kanan yang dialaminya pada saat latihan, “semua pemain kembali dalam keadaan baik-baik saja dari tim nasional, tetapi Courtois cedera dalam sesi latihan dan saya tidak bisa bilang banyak pada Anda. Tetapi saya bisa katakan dia perlu menjalani bedah lutut kanannya dan konsekuensinya akan kembali dalam waktu yang cukup lama,” ujar pelatih asal Portugalnya itu, Mourinho.

Pria kelahiran Bree, Belgia, 11 Mei 1992 ini dulunya pernah bermain untuk Racing Genk dan menjadi salah satu pemain kunci di tim tersebut, serta pada tahun 2010-2011 mendapat gelar Liga Pro Belgia. Courtois yang merangkap menjadi salah satu seorang pemain sepak bola yang bermain sebagai penjaga gawang di Chelsea dan tim nasional Belgia ini pernah juga dipinjamkan ke Atletico Madrid, walau hanya satu musim. Pada saat dipinjamkan ke Atletico Madrid di tahun 2011-2012, ia juga berhasil mendapat gelar juara Liga Eropa.

Namun sepertinya sekarang Courtois telah sembuh dari lukanya dan penggobatannya, buktinya ia telah bermain pada januari lalu untuk membela klubnya, Chelsea melawan West Brom. Pada permainan tersebut, Courtois langsung memberikan kritiknya karena ia merasa bahwa gaya bermain para pemain West Brom tidak lazim dilakukan di lapang, “ini sungguh mengecewakan. Ini adalah laga yang sengit dengan mereka memainkan umpan jauh dan bola kedua, mencoba memprovokasi para pemain kami,” ungkap kipper terbaik Chelsea tersebut yang menilai bahwa West Brom bermain terlalu provokativ. Namun sepertinya skor yang berakhir imbang yaitu 2-2 membuat Courtois tidak terlalu kecewa dengan timnya tersebut.

Akan tetapi, walaupun sudah bisa kembali lagi menyapa para penggemar bola, sepertinya Courtois memiliki sedikit ketakutam ketika datang untuk membela timnya, Belgia di Euro 2016, walaupun kesehatannya sudah sangat memungkinkan untuk ia bermain di Euro 2016.  Sementara ia masih dihantui rasa ketakutan, Marc Wilmots, pelatihnya di tim nasional Belgia merasa bahwa ia mampu untuk setidaknya mencapai semi-final, dan ia meramal bawa Courtois bisa menjadi salah satu pahlawan bagi timnya sendiri, mengingat kekalahan mereka melawan Jerman Barat pada final Euro 1980 silam. Seperti yang sudah dilansir oleh Eurotips.com, belgia telah dikumpulakn di dalam satu grup yaitu grup E. didalam Grup E terdapat beberapa Negara, yaitu: Italia, Belgia, Swedia dan Irlandia. Meskipun Irlandia dan Swedia terlihat sebagai lawan yang mudah untuk ditaklukkan oleh Belgia, tapi ada keraguan di hati Courtois bahwa mereka akan memberikan ujian terbesar bagi timnya tersebut.

Sedangkan disisi lain, italia yang selalu mejadi lawan yang sulit malah membuat Courtois menjadi semangat untuk mengadapi musuhnya di lapangan “Italia selalu menjadi lawan yang sulit, akan tetapi mudah-mudahan kita akan melalukan permainan dengan baik untuk melawan mereka di pertandingan pertama kami, 13 Juni mendatang, karena mereka adalah pesaing terbesar untuk kemenangan kelompok. Akan tetapi Swedia, Zlatan Ibrahimovic juga akan menjadi tim yang sulit, lalu Republik Irandia juga selalu memiliki tim kolektif yang kuat yang mungkin bukan hanya terbaik tapi selalu sulit untuk mengalahkan diturnamen tersebut. Kami harus membentuk taktik yang benar dari awal.” kata Courtois.

Padahal, dua tahun silam di Brasil, Belgia tiba dengan reputasi yang berkembang dan berevolusi, lalu Belgia juga dikenal sebagai “kuda hitam” yang berbahaga untuk pesaingnya. Pada saat itu Courtois menjadi salah satu kipper terbaik karena penampilannya memang sangat menakjubkan, ia hanya kebobolan tiga gol dalam lima pertandingan saat timnya melawan Rusia, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Courtis membawa timnya mengalahkan lawanya di waktu tambahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *